Manusia yang bisa memikirkan tentang dirinya sendiri pastilah mahluk yang luar biasa. Sebab ia tidak dapat membayangkan seperti apa tubuhnya, apalagi rohnya, dan terlebih lagi bagaimana tubuh dapat menyatu dengan roh. Itulah puncak dari kesulitannya dan justru itulah keberadaannya."
Blaise Pascal
"Apakah kita dapat membangun pikiran jernih?" Dengan kata lain, apakah kita selalu bisa menguasai pikiran kita sehingga pikiran memiliki kesalahan yang sangat minim?
Kita tentu pernah bahkan mungkin sering membuat kesalahan. Kita mengkritik hal-hal yang sepele. Kita mudah emosi hanya karena kesalahan kecil yang dilakukan orang lain. Kita pernah mengucapkan kata-kata yang beraroma emosi yang melukai hati orang lain dan mematahkan semangatnya dan melakukan tindakan yang memberi efek negatif yang besar. Kata-kata yang pedas keluar dari mulut, yang bisa memberi dampak merusak. "Lidah bisa seperti pisau yang sangat tajam,' begitu tertulis di buku klasik.
Natur pikiran memang sudah mengalami deformasi. Secara alami, pikiran cenderung berpikir negatif; potensi untuk memikirkan yang jahat terbuka sangat lebar. Pikiran cenderung menghasilkan pemikiran buruk. Bila sejenak pikiran memikirkan hal-hal yang baik, dalam hitungan menit, pikiran bisa memikirkan hal-hal yang buruk. Pikiran begitu lincah dan dinamis untuk berpikir. Ia bisa begitu cepat mengganti topik yang satu dengan lain. Jadi, bukan perkara mudah untuk membangun pikiran jernih, bahkan saya pikir mustahil menjaga pikiran jernih untuk setiap saat. Pikiran sudah terkontaminasi dan tidak dapat direhabilitasi dengan kekuatan kita sendiri.
Kita tentu pernah bahkan mungkin sering membuat kesalahan. Kita mengkritik hal-hal yang sepele. Kita mudah emosi hanya karena kesalahan kecil yang dilakukan orang lain. Kita pernah mengucapkan kata-kata yang beraroma emosi yang melukai hati orang lain dan mematahkan semangatnya dan melakukan tindakan yang memberi efek negatif yang besar. Kata-kata yang pedas keluar dari mulut, yang bisa memberi dampak merusak. "Lidah bisa seperti pisau yang sangat tajam,' begitu tertulis di buku klasik.
Natur pikiran memang sudah mengalami deformasi. Secara alami, pikiran cenderung berpikir negatif; potensi untuk memikirkan yang jahat terbuka sangat lebar. Pikiran cenderung menghasilkan pemikiran buruk. Bila sejenak pikiran memikirkan hal-hal yang baik, dalam hitungan menit, pikiran bisa memikirkan hal-hal yang buruk. Pikiran begitu lincah dan dinamis untuk berpikir. Ia bisa begitu cepat mengganti topik yang satu dengan lain. Jadi, bukan perkara mudah untuk membangun pikiran jernih, bahkan saya pikir mustahil menjaga pikiran jernih untuk setiap saat. Pikiran sudah terkontaminasi dan tidak dapat direhabilitasi dengan kekuatan kita sendiri.
Menjaga Pikiran Jernih, Mengarahkan Pikiran kepada hal-Hal yang Baik
pertama, mengarahkan pikiran kepada hal-hal yang baik. Anda dapat mengambil waktu sejenak untuk mengingat hal-hal yang baik yang pernah Anda alami. Itu bisa perbuatan baik yang dilakukan orang lain terhadap diri Anda. Itu bisa dari orang tua, kakak, adik atau teman-teman Anda. Bisa juga Anda mengingat perbuatan baik para guru ketika Anda masih sekolah atau dari dosen ketika Anda masih kuliah atau siapa saja yang telah memberikan pertolongan di saat-saat Anda butuhkan. Pertolongan tidak selalu dalam bentuk bantuan phisik seperti uang, tetapi bisa juga dalam bentuk pemikiran. Buku-buku klasik sudah menggaris-bawahi bahwa pemikiran baik jauh lebih penting dari pada bantuan yang berbentuk phisik. Pemikiran yang baik melebihi emas ataupun perak.
Pemikiran begitu kuat. Pengaruhnya luar biasa bahkan bisa mempengaruhi ratusan juta manusia. Bukan hanya itu saja, pengaruhnya bisa sampai ribuan tahun. Karya-karya klasik yang ditulis oleh Confucius, Mencius, Lao Tse, Plato, Aristoteles dan penulis klasik hebat lainnya sampai hari ini masih dicetak dan dibaca orang dan yang menarik. Kutipan-kutipan yang keluar dari mulut kita pun sering dikutip dari karya-karya klasik ini. Misalnya, ucapan terkenal dari Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, "Jangan tanya apa yang bisa dilakukan negara ini kepada Anda, tetapi tanyalah apa yang dapat Anda lakukan kepada negara ini," merupakan modifikasi dari karya klasik kuno. Kutipan aslinya adalah, "Apa yang ingin dilakukan orang kepadamu, lakukanlah itu dahulu kepada orang lain." Bila dijabarakan, bila kita ingin orang lain menghormati kita, kita lebih dulu menghormati orang lain; kalau kita ingin mendapat kebaikan dari orang lain, kita lebih dulu melakukan kebaikan kepada orang lain.
Anda bisa juga mengingat pemikiran-pemikiran yang diberikan orang lain yang telah menolong pemikiran Anda sehingga Anda menjadi sosok seperti sekarang ini. Kita adalah produk dari pemikiran yang kita terima. Bisa saja pemikiran, tindakan atau kebiasaan baik Anda saat ini merupakan pengaruh dari pikiran yang pernah Anda terima di masa lalu.
Pemikiran begitu kuat. Pengaruhnya luar biasa bahkan bisa mempengaruhi ratusan juta manusia. Bukan hanya itu saja, pengaruhnya bisa sampai ribuan tahun. Karya-karya klasik yang ditulis oleh Confucius, Mencius, Lao Tse, Plato, Aristoteles dan penulis klasik hebat lainnya sampai hari ini masih dicetak dan dibaca orang dan yang menarik. Kutipan-kutipan yang keluar dari mulut kita pun sering dikutip dari karya-karya klasik ini. Misalnya, ucapan terkenal dari Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, "Jangan tanya apa yang bisa dilakukan negara ini kepada Anda, tetapi tanyalah apa yang dapat Anda lakukan kepada negara ini," merupakan modifikasi dari karya klasik kuno. Kutipan aslinya adalah, "Apa yang ingin dilakukan orang kepadamu, lakukanlah itu dahulu kepada orang lain." Bila dijabarakan, bila kita ingin orang lain menghormati kita, kita lebih dulu menghormati orang lain; kalau kita ingin mendapat kebaikan dari orang lain, kita lebih dulu melakukan kebaikan kepada orang lain.
Anda bisa juga mengingat pemikiran-pemikiran yang diberikan orang lain yang telah menolong pemikiran Anda sehingga Anda menjadi sosok seperti sekarang ini. Kita adalah produk dari pemikiran yang kita terima. Bisa saja pemikiran, tindakan atau kebiasaan baik Anda saat ini merupakan pengaruh dari pikiran yang pernah Anda terima di masa lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar